Jakarta, abdifoundation.id — Yayasan Anak Bangsa Mengabdi (AbdiFoundation.id) menjajaki kemungkinan kolaborasi strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional dalam penguatan program BAZNAS Charity Store, sebuah gerakan sedekah barang layak pakai untuk mendukung pengentasan kemiskinan.
Guna membahas rencana tersebut, kedua pihak telah melakukan pertemuan di Mall Green Pramuka Square, Jakarta Pusat. Dari pihak BAZNAS hadir Firman Taufik Setiawan dan Mas Seno, sementara dari AbdiFoundation dihadiri Ketua Yayasan Abdi Rizal, M.Ag, yang didampingi oleh Pembina sekaligus Konsultan, I Gusti Made Ardikabudi, SE.
Program BAZNAS Charity Store menerima donasi berupa barang-barang layak pakai seperti pakaian, sepatu, tas, buku, alat rumah tangga, elektronik, furnitur, hingga sepeda. Barang yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan atau dijual kembali melalui gerai Charity Store. Adapun hasil penjualannya dimanfaatkan untuk mendukung program pemberdayaan dan pendayagunaan mustahik.
Abdi Rizal menyampaikan bahwa rencana kolaborasi ini merupakan langkah positif yang sejalan dengan visi lembaga dalam mendorong gerakan sosial berbasis pengabdian.
“Program ini sangat baik dan sejalan dengan semangat pengabdian AbdiFoundation. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, ini juga membuka ruang partisipasi relawan kami untuk terlibat langsung dalam gerakan sosial yang berdampak nyata,” ujarnya.
Mekanisme Sedekah Barang
Dalam skema yang dirancang, masyarakat cukup memilah barang yang masih layak pakai, membersihkan, serta mengemasnya dengan rapi sebelum disalurkan. Donasi dapat diantarkan ke drop box BAZNAS yang tersedia di sejumlah titik mitra, seperti Masjid Al Bakrie dan Masjid Nurullah Kalibata City.
Selain itu, tersedia layanan penjemputan barang untuk memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi dalam jumlah besar atau memiliki keterbatasan mobilitas.
Barang Bekas Bernilai Sosial
Program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, tetapi juga mengedukasi publik tentang pentingnya memaksimalkan nilai guna barang yang tidak lagi terpakai. Dengan konsep tersebut, barang bekas yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi dapat berubah menjadi sumber keberkahan dan manfaat sosial.
Dari sisi lingkungan, inisiatif ini turut berkontribusi dalam mengurangi limbah rumah tangga serta mendorong praktik ekonomi sirkular berbasis filantropi.
Apabila kolaborasi ini terealisasi, AbdiFoundation berencana menggerakkan relawan untuk terlibat dalam sosialisasi, pengumpulan, penyortiran, hingga distribusi barang. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program sekaligus memperkuat budaya sedekah non-tunai di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara lembaga sosial dan otoritas pengelola zakat nasional, program sedekah barang ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak luas.